Dosa ya ngomongin orang tua... ah gak orang tua juga dosa kok...hehehe.. Hari ini aku dengar kabar kalo ibu mertua-ku masuk rumah sakit. Katanya sih penimbunan cairan di paru-paru (gawat gak ya). Sebelumnya dia juga sakit dan dirawat (dengan penyakit yg berbeda, gak perlu aku sebutin) dan Dodo (my husband, habis kami kayak sahabat, jadi I call his name only, but not in front of him) sama sekali gak dikasih tahu. Dan aku tahunya dia sakit dari mbakku (mbakku taunya dari ibuku yang tetanggaan desa dengan mertuaku). Hehe.. berantai yah. Aku bisa ngerasain kesedihan Dodo, yang dulu anak kesayangan ibunya sekarang jadi seperti "terbuang", dan semua seperti menjadi kesalahanku. Is it really my faults? Aku tahu Ibu Dodo menyalahkan aku atas perpindahan Dodo ke Islam. Dan dia merasa sangat kehilangan karena dua dari tiga anaknya telah memeluk Islam. Tapi haruskah itu dipertahankan sampai sekian waktu?
Dan aku akan membuktikannya, jika aku ikut pulang menengoknya nanti.... Apakah sikap sinis dan senyum terpaksa yang akan kudapat seperti saat2 sebelumnya? It doesn't matter... aku udah sering menikmati itu... Atau sikap yang lebih manis? (mimpi kali ya..)
Eh kayaknya enak yah bisa akrab sama mertua, sering dikunjungi kayak my friend, Enny (seneng kan yah En..bisa kayak ibu sendiri :)), atau juga kayak cerita Christi tentang mertua kakaknya hehehe... Well, someday I'll get it, the nice story with my mother in law (pe de boleh kan, atau sekedar menghibur diri)